Tiru Gaya Arsenal, Gol Kontroversial Parma Bikin Milan Gigit Jari

Tiru Gaya Arsenal, Gol Kontroversial Parma Bikin Milan Gigit Jari

Tiru Gaya Arsenal, Gol Kontroversial Parma Bikin Milan Gigit Jari Yaitu Dengan Skor 0-1 Yang Menuai Kontroversi. Laga panas antara AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, Minggu (22/2/2026). Terlebih yang menghadirkan drama yang sulit di lupakan. Publik tuan rumah di buat terdiam setelah gol semata wayang dari Mariano Troilo pada menit ke-80 memastikan skor akhir 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Gol sundulan Troilo lahir dari situasi bola mati yang di eksekusi Emanuele Valeri. Umpan terukur ke jantung pertahanan langsung di sambut tandukan keras. Dan yang tak mampu di hentikan kiper Milan yang Tiru Gaya Arsenal.

Awalnya, wasit Marco Piccinini sempat menganulir gol tersebut karena dugaan pelanggaran di kotak penalti. Namun setelah komunikasi lanjutan dan pengecekan, gol akhirnya di sahkan. Hasil AC Milan vs Parma ini bukan sekadar kekalahan biasa. Lebih dari itu, kemenangan Parma memutus rentetan 25 pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya di bukukan oleh Rossoneri. Catatan impresif tersebut runtuh di hadapan publik sendiri. Maka yang membuat Milan benar-benar harus gigit jari terkait Tiru Gaya Arsenal.

Skema Ala Arsenal Jadi Senjata Rahasia Parma

Jika di telisik lebih dalam, Skema Ala Arsenal Jadi Senjata Rahasia Parma. Pola pergerakan para pemain di kotak penalti terlihat sistematis dan terlatih. Beberapa pemain melakukan blok cerdas. Kemudian membuka ruang bagi Troilo untuk lepas dari kawalan. Menariknya, banyak pengamat menilai pola tersebut sekilas mirip dengan strategi sepak pojok yang kerap di gunakan oleh mereka. Dalam beberapa musim terakhir, karena mereka memang di kenal sangat mematikan lewat situasi bola mati. Benang merahnya ada pada sosok pelatih Parma saat ini, Carlos Cuesta.

Sebelum menukangi Parma, Cuesta pernah menjadi asisten pelatih di Arsenal pada periode 2020-2025 mendampingi Mikel Arteta. Di sana, ia bekerja dekat dengan pelatih spesialis bola mati, Nicolas Jover. Tak heran jika sentuhan taktik ala Arsenal kini terasa di Parma. Cuesta sendiri mengakui bahwa gol tersebut bukan kebetulan. “Ketika kami berlatih situasi bola mati, kami mencoba menyiapkan pemain-pemain agar siap mencetak gol,” ujarnya seusai laga. Pernyataan ini mempertegas bahwa skema tersebut memang di rancang matang dalam sesi latihan.

Gol Mariano Troilo Dan Kontroversi Di Lapangan

Meski sah, proses Gol Mariano Troilo Dan Kontroversi Di Lapangan tetap memantik perdebatan. Beberapa pemain AC Milan sempat memprotes karena merasa ada dorongan terhadap bek mereka sebelum bola di sundul masuk. Tayangan ulang memperlihatkan duel fisik yang cukup keras di dalam kotak penalti. Wasit Marco Piccinini awalnya menganulir gol tersebut, membuat publik San Siro sempat bersorak lega. Namun keputusan berubah setelah diskusi lanjutan. Gol pun di sahkan, dan papan skor menunjukkan keunggulan Parma.

Kontroversi ini justru menambah panas pertandingan. Milan yang berusaha mengejar di sisa waktu tak mampu menembus pertahanan rapat Parma. Disiplin organisasi lini belakang tim tamu menjadi pelengkap sempurna dari strategi bola mati yang sudah lebih dulu membuahkan hasil. Dengan demikian, gol sundulan Troilo bukan hanya menjadi penentu kemenangan. Akan tetapi juga simbol keberhasilan taktik detail dan presisi.

Parma Bangkit, Milan Harus Evaluasi

Kemenangan ini menjadi pernyataan tegas dari Parma Bangkit, Milan Harus Evaluasi. Selain memutus rekor tak terkalahkan AC Milan, hasil ini juga menunjukkan bahwa strategi dan detail kecil bisa menentukan hasil besar. Sebaliknya, bagi Milan, kekalahan di kandang sendiri tentu menjadi alarm. Rentetan 25 laga tanpa kekalahan memang impresif. Akan tetapi sepak bola selalu menghadirkan ujian baru. Terutama ketika menghadapi tim yang mampu memaksimalkan situasi bola mati secara efektif.

Secara keseluruhan, duel AC Milan vs Parma di San Siro membuktikan bahwa sepak pojok bukan sekadar momen pelengkap. Dengan latihan yang terstruktur dan pendekatan taktik yang tepat, bola mati bisa menjadi senjata mematikan. Tentunya seperti yang di perlihatkan Parma lewat gol kontroversial Mariano Troilo. Kini, publik menanti bagaimana respons Milan di laga berikutnya. Sementara itu, Parma layak menikmati momen manisnya, karena menang di San Siro. Dan meninggalkan Milan dengan rasa pahit yang sulit di lupakan yang juga Tiru Gaya Arsenal.