WNI 6 Tahun Tewas Di Chinatown, Ini Kata KBRI Singapura

WNI 6 Tahun Tewas Di Chinatown, Ini Kata KBRI Singapura

WNI 6 Tahun Tewas Di Chinatown, Ini Kata KBRI Singapura Yang Menanggapi Permasalahan Tersebut Dan Menggemparkan Publik. Peristiwa kecelakaan tragis yang menimpa keluarga WNI 6 Tahun di kawasan Chinatown, Singapura. Tentu yang masih menyisakan duka mendalam. Insiden yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) itu merenggut nyawa seorang anak perempuan yaitu WNI 6 Tahun. Sementara sang ibu mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif. Perkembangan terbaru mengenai kondisi korban pun di sampaikan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Melalui keterangan resminya pada Selasa (10/2/2026), KBRI Singapura mengonfirmasi bahwa ibu korban kini telah sadar dan berada dalam kondisi stabil. Kendati demikian, proses pemulihan masih membutuhkan perhatian khusus dari tim medis. Di tengah situasi tersebut, KBRI terus hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Serta sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Kondisi Terbaru Ibu Korban Masih Dalam Perawatan Intensif

KBRI Singapura menyampaikan bahwa Kondisi Terbaru Ibu Korban Masih Dalam Perawatan Intensif di unit Rumah Sakit Umum Singapura (Singapore General Hospital/SGH). Meski telah sadar, kondisinya belum sepenuhnya pulih. Karena mengalami sejumlah luka berat akibat kecelakaan. Cedera dalam serta beberapa patah tulang membuat korban harus menjalani pemantauan ketat dari dokter.

Menurut pihak KBRI, tim medis SGH masih fokus menstabilkan kondisi pasien sebelum mempertimbangkan tindakan lanjutan. Transisi menuju tahap pemulihan penuh tentu membutuhkan waktu. Dan mengingat kompleksitas cedera yang dialami. Oleh karena itu, keputusan medis sepenuhnya di serahkan kepada dokter yang menangani. Di sisi lain, pihak keluarga sempat menyampaikan keinginan agar korban di pulangkan ke Indonesia untuk menjalani perawatan lanjutan. Namun, berdasarkan penilaian medis terkini, evakuasi belum memungkinkan dilakukan. Dokter menyatakan bahwa kondisi korban masih berisiko. Apabila di pindahkan dalam waktu dekat, sehingga perawatan tetap dilanjutkan di Singapura.

Kronologi Wafatnya Anak Korban Berdasarkan Hasil Autopsi

Sementara itu, KBRI Singapura juga mengonfirmasi Kronologi Wafatnya Anak Korban Berdasarkan Hasil Autopsi. Anak tersebut di nyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada hari yang sama dengan kejadian kecelakaan, yakni Jumat (6/2/2026) pukul 12.44 waktu setempat. Informasi ini di peroleh berdasarkan laporan resmi rumah sakit dan otoritas setempat. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah cedera kranio-serebral. Tentunya yakni cedera berat pada kepala dan otak. Luka tersebut di nilai fatal dan tidak dapat di selamatkan. Meski telah mendapatkan penanganan medis. Fakta ini menegaskan betapa kerasnya dampak kecelakaan yang terjadi di kawasan Chinatown tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, KBRI Singapura langsung bergerak cepat sejak hari kejadian. Perwakilan KBRI menemui keluarga korban, termasuk sang ayah. Tentunya untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan pendampingan awal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membantu keluarga melewati masa sulit.

Peran Aktif KBRI Dalam Pendampingan Dan Pemulangan Jenazah

Tidak berhenti pada penyampaian belasungkawa, KBRI Singapura juga Peran Aktif KBRI Dalam Pendampingan Dan Pemulangan Jenazah. Pada 7 Februari 2026, KBRI memfasilitasi pengurusan dokumen. Serta koordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan jenazah anak korban ke Indonesia. Proses tersebut berjalan lancar hingga akhirnya jenazah di makamkan di tanah air. Selain itu, KBRI terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak SGH terkait perkembangan kondisi ibu korban. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan hak-hak korban sebagai WNI terpenuhi.

Dan yang termasuk akses informasi medis yang transparan bagi keluarga. Ke depan, KBRI menyatakan akan terus memantau situasi dan siap membantu apabila terdapat kebutuhan lanjutan dari pihak keluarga. Kehadiran negara melalui perwakilan diplomatik menjadi penguat moral di tengah duka yang mendalam. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Tentunya di kawasan padat aktivitas. Di saat yang sama, langkah cepat dan konsisten KBRI Singapura menunjukkan komitmen dalam melindungi dan mendampingi WNI di luar negeri. Meski duka belum sirna, perhatian. Dan dukungan yang terus mengalir di harapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa sulit dari tewasnya WNI 6 Tahun.