kronologi-peretasan-peduli-lindungi-dan-sikap-menkominfo

kronologi-peretasan-peduli-lindungi-dan-sikap-menkominfo

Kronologi Peretasan Peduli Lindungi Dan Sikap Menkominfo Ketika Pengguna Melaporkan Bahwa Akunnya Masuk Ke Judol. Yang menawarkan berbagai permainan seperti slot, togel, poker, dan kasino langsung dengan tema tokoh mitologi Yunani. Peristiwa ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran. Terkait keamanan data pribadi masyarakat yang pernah tersimpan di aplikasi tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa sejak Maret 2023. Pengelolaan aplikasi PeduliLindungi telah dialihkan ke platform SatuSehat. Sehingga situs pedulilindungi.id tidak lagi berada di bawah pengelolaan Kemenkes. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman. Menegaskan bahwa layanan kesehatan yang sebelumnya tersedia di PeduliLindungi kini dapat di akses melalui laman satusehat.kemkes.go.id dan aplikasi SatuSehat yang terdaftar di Appstore dan Playstore. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap situs yang mengatasnamakan PeduliLindungi karena situs resmi sudah berpindah.

Menanggapi Kronologi Peretasan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil tindakan tegas dengan memblokir akses ke situs pedulilindungi.id pada 21 Mei 2025. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar. Menyatakan bahwa tindakan ini di ambil setelah adanya laporan masyarakat dan verifikasi yang menunjukkan situs telah mengalami penyusupan (defacement) dan menampilkan konten perjudian online. Yang jelas melanggar ketentuan keamanan informasi di ruang digital nasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan ruang digital dan memberantas konten ilegal.

Secara keseluruhan, kronologi peretasan PeduliLindungi menunjukkan bahwa meskipun aplikasi sudah tidak aktif dan pengelolaan di alihkan. Pengamanan aset digital seperti domain situs harus tetap di jaga dengan ketat agar tidak di salahgunakan pihak tidak bertanggung jawab. Sikap Menkominfo dan Komdigi yang cepat mengambil tindakan pemblokiran menjadi langkah penting dalam merespons insiden ini dan menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan data di era digital.

Kronologi Peretasan Pedulilindungi Terkuak

Kronologi Peretasan PeduliLindungi Terkuak yang berubah menjadi laman judi online pertama kali terpantau pada 19 Mei 2025 ketika sejumlah pengguna melaporkan bahwa saat mengakses situs pedulilindungi.id, mereka di arahkan ke situs perjudian daring bernama PLANETBOLA88 yang menampilkan berbagai permainan. Seperti slot, togel, poker, dan kasino langsung dengan tema tokoh mitologi Yunani. Insiden ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran luas terkait keamanan data pribadi masyarakat yang tersimpan di aplikasi tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa sejak Maret 2023. Pengelolaan aplikasi PeduliLindungi telah di alihkan ke platform SatuSehat, sehingga situs pedulilindungi.id tidak lagi berada di bawah pengelolaan Kemenkes. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa layanan kesehatan yang sebelumnya tersedia di PeduliLindungi kini dapat di akses melalui laman satusehat.kemkes.go.id dan aplikasi SatuSehat yang resmi terdaftar di Appstore dan Playstore.

Setelah menerima laporan masyarakat yang di sertai tangkapan layar dan tautan URL. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan verifikasi dan memastikan bahwa situs PeduliLindungi telah mengalami penyusupan (defacement) dan menampilkan konten judi online yang jelas melanggar ketentuan keamanan informasi di ruang digital nasional. Sebagai respons, Komdigi mengambil tindakan tegas dengan memblokir akses ke situs pedulilindungi.id pada 21 Mei 2025. Untuk melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan data dan paparan konten ilegal.

Kejadian ini memunculkan kekhawatiran publik karena PeduliLindungi pernah menyimpan sekitar 105 juta data pribadi pengguna. Termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), riwayat vaksinasi, dan pelacakan perjalanan. Meski Kemenkes memastikan data telah d ialihkan dan di hapus dari situs lama. Kerentanan pengelolaan domain yang di lepas ke pihak ketiga membuka celah bagi peretas untuk menyusupi situs tersebut. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan data dan kewaspadaan terhadap ancaman siber di era digital.

Budi Arie Di sorot Janji Penegakan Keamanan Data Di pertanyakan

Budi Arie Di Sorot Janji Penegakan Keamanan Data Di Pertanyakan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mendapat sorotan tajam terkait janji penegakan keamanan data di tengah insiden peretasan situs PeduliLindungi yang berubah menjadi laman judi online. Publik dan sejumlah pihak mempertanyakan keseriusan dan efektivitas langkah yang di ambil di bawah kepemimpinannya dalam menjaga keamanan data pribadi warga negara Indonesia. Terutama mengingat pentingnya aplikasi tersebut selama pandemi COVID-19.

Peretasan yang terjadi pada domain pedulilindungi.id ini menimbulkan kekhawatiran besar. Karena situs tersebut pernah menyimpan data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), status vaksinasi, dan riwayat perjalanan pengguna. Meskipun Kementerian Kesehatan telah mengalihkan pengelolaan aplikasi ke platform SatuSehat sejak Maret 2023. Domain lama yang kini tidak berada di bawah kendali Kemenkes dan Telkom ini justru menjadi celah bagi peretas untuk menyusupi dan mengubah kontennya menjadi situs judi online.

Budi Arie sebagai Menkominfo di anggap memiliki tanggung jawab besar dalam pengawasan keamanan ruang digital nasional. Namun, kritik muncul karena insiden ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan aset digital pemerintah. Termasuk pengawasan domain yang sudah tidak aktif. Selain itu, ketidakhadiran pejabat terkait dalam rapat DPR yang membahas kebocoran data dan keamanan siber menimbulkan pertanyaan soal transparansi dan akuntabilitas pemerintah di bawah kepemimpinannya.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di bawah arahan Budi Arie memang mengambil tindakan cepat dengan memblokir situs pedulilindungi.id setelah adanya laporan masyarakat dan verifikasi yang menunjukkan adanya konten judi online. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menegaskan bahwa pemblokiran ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberantas konten ilegal dan melindungi masyarakat.

Singkatnya, Budi Arie mendapat sorotan karena janji penegakan keamanan data yang di pertanyakan efektivitasnya, terutama setelah insiden peretasan PeduliLindungi. Ke depan, publik menuntut agar pemerintah di bawah kepemimpinannya lebih transparan, proaktif, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan data pribadi serta memperkuat pengawasan ruang digital nasional demi memulihkan kepercayaan masyarakat.

Mengapa Kominfo Selalu Kecolongan?

Mengapa Kominfo Selalu Kecolongan?, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seringkali menjadi sorotan karena rentetan kasus kebocoran data yang terus terjadi. Menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan dan pengamanan data pribadi di era digital. Sejak 2019 hingga November 2022, Kominfo telah menangani 77 kasus pelanggaran perlindungan data pribadi. Dengan 33 laporan insiden kebocoran data hanya pada tahun 2022 saja. Termasuk kasus besar seperti kebocoran data PeduliLindungi, MyPertamina, Carousell, Lazada, dan Forum Mobile Legends.

Salah satu penyebab utama Kominfo kerap kecolongan. Adalah kurangnya pengawasan dan penegakan hukum yang tegas terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang menjadi pengelola data. Kominfo mengakui bahwa mereka tidak memiliki kewenangan penuh untuk menangani semua kasus kebocoran data secara langsung. Sehingga proses penanganan seringkali lambat dan terfragmentasi. Selain itu, sistem keamanan yang di gunakan oleh Kominfo maupun pihak ketiga yang mengelola data masih memiliki celah. Sehingga rentan di serang oleh peretas, seperti kasus kebocoran data pelanggan Indihome dan data pejabat negara yang bocor akibat serangan siber oleh peretas bernama Bjorka.

Kebocoran data yang terjadi juga menunjukkan bahwa aspek administratif dan teknis dalam pengelolaan data belum berjalan optimal. Kominfo menegaskan pentingnya penerapan langkah pencegahan administratif. Seperti kepatuhan terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Krisis kebocoran data yang terus berulang ini menimbulkan kekhawatiran serius di masyarakat mengenai privasi dan keamanan data pribadi. Oleh karena itu, Kominfo bersama dengan BSSN dan instansi terkait terus berupaya meningkatkan pengawasan, memperketat regulasi. Serta mendorong literasi digital kepada masyarakat dan pelaku usaha agar keamanan data dapat lebih terjaga di masa depan. Namun, tantangan besar tetap ada untuk memastikan bahwa Kominfo tidak lagi kecolongan dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Inilah beberapa penjelasan yang bisa kamu ketahui mengenai Kronologi Peretasan.