
Evakuasi Mencekam Pelajar Di Sumur 30 M, Blower Di Terjunkan
Evakuasi Mencekam Pelajar Di Sumur 30 M, Blower Di Terjunkan Karena Kondisinya Yang Sudah Membusuk Pada Saat Itu. Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ketika seorang pelajar di laporkan hilang. Dan pada akhirnya di temukan meninggal dunia di dalam sumur tua berkedalaman lebih dari 30 meter. Korban di ketahui bernama Adi Saputra (14), siswa SMPN 1 Jambon. Proses Evakuasi Mencekam Pelajar yang dilakukan Tim SAR dari Basarnas Pos Trenggalek berlangsung penuh tantangan. Serta menyita perhatian masyarakat sekitar. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Akan tetapi juga menjadi sorotan publik karena medan evakuasi yang ekstrem. Sumur tua dengan kedalaman puluhan meter, minim oksigen. Serta kondisi jenazah yang telah berada di dalamnya selama beberapa hari membuat operasi penyelamatan berjalan mencekam. Berikut fakta-fakta terkini yang terungkap dari Evakuasi Mencekam Pelajar tersebut.
Fakta Kronologi Hilangnya Pelajar Hingga Di Temukan Di Sumur Tua
Fakta Kronologi Hilangnya Pelajar Hingga Di Temukan Di Sumur Tua, Adi Saputra di laporkan hilang sejak Jumat (6/2/2026). Pihak keluarga dan warga sekitar awalnya melakukan pencarian secara mandiri. Tentunya setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah. Seiring berjalannya waktu, kekhawatiran pun meningkat. Dan hingga akhirnya laporan resmi di sampaikan kepada pihak berwenang. Upaya pencarian kemudian melibatkan aparat desa, kepolisian, dan Tim SAR. Setelah dilakukan penelusuran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, kecurigaan mengarah pada sebuah sumur tua yang sudah lama tidak di gunakan. Sumur tersebut berada tidak jauh dari area permukiman warga. Namun tertutup dan jarang di periksa. Setelah dilakukan pengecekan, dugaan tersebut terbukti. Jenazah Adi Saputra di temukan di dasar sumur dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Penemuan ini sontak mengundang perhatian warga. Dan juga yang memicu suasana haru di lokasi. Sejak saat itu, fokus utama beralih pada proses evakuasi yang membutuhkan keahlian khusus.
Fakta Proses Evakuasi Mencekam Gunakan Blower
Fakta Proses Evakuasi Mencekam Gunakan Blower. Ketua Tim Pos SAR Trenggalek, Fitra At Masanda, menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara cepat dan sederhana. Kedalaman sumur yang ekstrem menjadi tantangan utama. Kemudian di tambah kondisi jenazah yang di perkirakan telah berada di dalam sumur selama tiga hari. “Kami menggunakan blower untuk menyedot udara yang ada di dalam sumur. Karena kondisi jenazah di perkirakan sudah tiga hari,” ujar Fitra melalui sambungan telepon. Penggunaan blower untuk mengurangi gas berbahaya dan meningkatkan kadar oksigen di dalam sumur. Sehingga petugas dapat turun dengan lebih aman.
Selain blower, tim SAR juga menggunakan peralatan vertical rescue. Serta yang termasuk tali khusus dan sistem pengaman berlapis. Setiap tahapan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko tambahan. Baik bagi petugas maupun kondisi jenazah. Proses ini memakan waktu cukup lama, mengingat keselamatan menjadi prioritas utama. Ketegangan terasa sepanjang evakuasi. Petugas yang turun ke dalam sumur harus bekerja dalam ruang sempit, gelap. Dan dengan sirkulasi udara terbatas. Meski demikian, berkat koordinasi yang solid, jenazah akhirnya berhasil di evakuasi ke permukaan.
Fakta Respons Keluarga Dan Evaluasi Keamanan Lingkungan
Fakta Respons Keluarga Dan Evaluasi Keamanan Lingkungan. Tentunya setelah jenazah berhasil di angkat, suasana haru pecah di lokasi. Keluarga korban menerima kenyataan pahit tersebut dengan penuh duka. Jenazah Adi Saputra kemudian di serahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. Serta yang termasuk pemeriksaan medis dan pemakaman. Peristiwa ini juga memicu perhatian serius dari masyarakat dan aparat setempat terkait keberadaan sumur tua yang tidak terawat. Banyak warga menyadari bahwa sumur-sumur lama yang di biarkan terbuka. Atau hanya di tutup seadanya berpotensi menjadi sumber bahaya, terutama bagi anak-anak. Pemerintah desa setempat di kabarkan akan melakukan pendataan ulang terhadap sumur tua dan fasilitas serupa di wilayahnya. Langkah ini di nilai penting sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan lingkungan juga menjadi sorotan terkait Evakuasi Mencekam Pelajar.