
Menelusuri Kasus Asusila Oknum Dokter PPDS Unpad Di RSHS
Menelusuri Kasus Asusila Oknum Dokter PPDS Unpad Di RSHS Yang Sempat Mengemparkan Beberapa Waktu Tahun Lalu. Kasus ini di kejutkan oleh kasus pemerkosaan yang di duga di lakukan oleh Priguna Anugerah Pratama. Terlebih ia adalah seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad). Terlebih yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tentu korban adalah seorang wanita berusia 21 tahun terkait dari Menelusuri Kasus Asusila.
Dan sosok ini adalah anak dari pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut. Kejadian bermula saat Priguna, dalam tugas jaga malamnya. Kemudian mendatangi korban sekitar pukul 01.00 WIB. Terlebihnya dengan alasan mengambil sampel darah untuk keperluan medis orang tuanya. Terlebihnya lagi ia meminta korban untuk tidak di temani adiknya. Serta membawanya ke kamar 711 di lantai 7 RSHS. Sementara itu, Priguna meminta korban mengganti pakaian. Kemudian langsung menusukkan jarum ke tangan korban terkait dari Menelusuri Kasus Asusila.
Realitas Kasus Pemerkosaan Oleh Dokter PPDS Unpad Di RSHS Yang Mengejutkan
Kemudian, masih ada Realitas Kasus Pemerkosaan Oleh Dokter PPDS Unpad Di RSHS Yang Mengejutkan. Dan fakta lainnya adalah:
Kejadian Terjadi Di Dini Hari
Pada pertengahan Maret 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Terlebihnya telah terjadi dugaan pemerkosaan yang di lakukan oleh Priguna Anugerah Pratama. Sosok satu ini adalah seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi. Tepatnya yang ada di Universitas Padjadjaran (Unpad). Korban adalah seorang wanita berusia 21 tahun, anak dari pasien yang di rawat di rumah sakit tersebut. Dengan tersangka mendatangi korban dengan alasan mengambil sampel darah. Tujuannya untuk keperluan medis orang tuanya. Serta juga meminta korban untuk tidak di temani adiknya. Di kamar 711, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi berwarna hijau dan melepas seluruh pakaiannya. Tersangka kemudian menusukkan jarum infus ke tangan korban hingga 15 kali dan memasang infus. Setelah itu, tersangka menyuntikkan cairan bening melalui selang infus. Serta menyebabkan korban merasa pusing hingga tak sadarkan diri.
Peristiwa Dokter PPDS Universitas Padjadjaran Di Duga Perkosa Keluarga Pasien
Selain itu, masih ada Peristiwa Dokter PPDS Universitas Padjadjaran Di Duga Perkosa Keluarga Pasien. Dan kejadian lainnya adalah:
Pelaku Di Keluarkan Dari PPDS
Pada pertengahan bulan lalu tepatnya Maret tahun ini. Dan juga pada sekitar pukul 01.00 WIB, terjadi insiden pemerkosaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Terlebih yang di duga dilakukan oleh Priguna Anugerah Pratama. Ia adalah seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Padjadjaran (Unpad). Korban adalah seorang wanita berusia 21 tahun. Dan juga merupakan anak dari pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut. Pihak kampus juga memberhentikan tersangka dari program PPDS. Kemudian juga berkomitmen mengawal proses hukum secara tegas, adil, dan transparan. Serta memberikan pendampingan kepada korban selama proses pelaporan ke Polda Jawa Barat. Kemudian juga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajukan pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR). Tentunya atas nama tersangka kepada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Terlebih yang berdampak pada pembatalan Surat Izin Praktik (SIP) milik tersangka. Kemenkes menginstruksikan penghentian.
Peristiwa Memalukan Dokter PPDS Universitas Padjadjaran Di Duga Perkosa Keluarga Pasien Di Bandung
Selanjutnya juga masih ada Peristiwa Memalukan Dokter PPDS Universitas Padjadjaran Di Duga Perkosa Keluarga Pasien Di Bandung. Dan fakta lainnya adalah:
Kemenkes Beri Kecaman
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah tegas terkait kasus dugaan. Tentunya terkait pemerkosaan yang di lakukan oleh Priguna Anugerah Pratama. Ia yang merupakan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Padjadjaran (Unpad). Terlebihnya terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kemenkes mengajukan permintaan kepada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Tujuannya untuk mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) milik tersangka. Dan yang berakibat pada pembatalan Surat Izin Praktik (SIP). Serta larangan praktik kedokteran seumur hidup bagi yang bersangkutan. Selain itu, Kemenkes menghentikan sementara selama satu bulan kegiatan residensi Program Spesialis Anestesiologi. Serta Terapi Intensif di RSHS. Langkah ini di ambil untuk memungkinkan evaluasi. Kemudian pembenahan sistem pengawasan serta tata kelola program pendidikan dokter spesialis.
Jadi itu dia sederet fakta yang di lakukan oleh dokter PPDS Unpad di RSHS terkait Menelusuri Kasus Asusila.