
Pubertas Dini Bisa Berdampak Pada Psikologis Anak
Pubertas Dini Bisa Berdampak Pada Psikologis Anak Sehingga Orang Sekitar Harus Bisa Memberi Dukungan Emosional Yang Di Butuhkan. Saat ini Pubertas Dini bisa memberi dampak yang begitu besar bagi psikologis sang anak. Hal ini karena adanya perubahan fisik yang tejadi lebih cepat daripada teman yang seusia dengannya. Dengan keadaan seperti pastinya anak akan merasa berbeda dan juga jadi bingung. Saat tubuh berubah pastinya kematangan emosi anak juga belum matang. Dan pastinya kondisi seperti ini sangat tidak nyaman untuk anak. Anak nantinya akan merasa kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dan perasaan ini bisa muncul karena tidak adanya pemahaman yang cukup.
Dampak lain yang bisa di rasakan adalah munculnya rasa malu. Pastinya anak akan merasa tubuhnya sangat aneh dan juga tidak normal seperti temannya. Perubahan yang terjadi dan terlihat seperti tumbuhnya payudara atau suara yang berubah. Hal ini tentunya sangat menjadi perhatian sehingga membuat anak jadi tertekan. Ini akan membuat anak jadi tertutup dan rasa percaya diri juga menurun pelan-pelan.
Pubertas dini juga nantinya bisa menimbulkan kecemasan. Pastinya anak akan memikirkan bahwa hal seperti ini belum saatnya ada di usianya. Dan nantinya anak akan merasa bahwa ia tidak akan di terima di lingkungan teman-temannya. Selain itu anak juga akan khawatir dengan penampilannya. Bahkan anak juga akan sering membandingkan diri sendiri dengan teman yang sebaya. Perbandingan yang terjadi seperti inilah yang membuat anak jadi stres. Jika hal ini tidak di tangani maka bisa berdampak lebih jauh. Dan yang terakhir adalah bisa memengaruhi suasana hati anak tersebut.
Pubertas Dini Dapat Memberi Dampak Besar
Pubertas Dini Dapat Memberi Dampak Besar terhadap emosi anak. Mulai dari perubahan hormon yang terjadi begitu cepat tanpa kesiapan emosi anak pastinya membuat mereka kesulitan untuk memahami. Pastinya kondisi ini membuat anak jadi bingung. Anak juga akan merasa asing dengan tubuh serta perasaannya sendiri. Dan pastinya kebingungan seperti ini akan membuat perubahan emosi yang cukup kuat.
Dampak emosi yang sering kali terlihat adalah emosi anak yang sering tidak stabil. Nantinya anak ajan jadi lebih mudah marah atau tersinggung. Hal kecil dapat membuat reaksi yang berlebihan dari sang anak. Serta nantinya anak juga akan merasa tiba-tiba sedih tanpa alasan yang jelas. Perubahan suasana hati ini pastinya di pengaruhi dari hormon. Hal ini karena anak belum memiliki kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik.
Kemudian anak juga akan sering kali merasakan cemas berlebih. Anak akan merasa khawatir dengan penampilan yang terjadi pada tubuhnya. Mereka akan merasa takut di anggap beda dari teman lainnya. Hal ini membuat anak merasa tidak aman setiap hari. Akibatnya anak akan merasa sering membandingkan dirinya dengan teman lain dan membuat tekanan emosional.
Keadaan seperti ini juga menimbulkan rasa malu yang begitu mendalam. Anak akan merasa tubuhnya jadi pusat perhatian banyak orang. Dan sering kali komentar dari lingkungannya membuat kondisi ini jadi lebih parah. Tentunya anak akan jadi tidak nyaman ketika berada di tempat umum. Ketika rasa malu muncul secara berlebihan tentunya membuat anak jadi ingin menarik diri. Dan hal ini juga membuat interaksi sosial sang anak jadi terganggu.
Tekanan Yang Sering Di Rasakan
Tekanan Yang Sering Di Rasakan anak tentunya muncul dari banyak arah setiap hari. Pada saat ini anak tentu tidak hanya menghadapi tuntutan dari sekolah saja. Tapi tuntutan dari rumah juga bisa menjadi sumber tekanan bagi sang anak. Hal ini karena tanpa di sadari banyak orang tua yang sering meremehkan perasaan anak. Padahal anak memiliki beban emosi yang cukup nyata. Dan pastinya tekanan ini bisa memengaruhi perkembangan mental sang anak. Nantinya jika tidak di pahami bisa berdampak sangat lama.
Tekanan akademik juga bisa menjadi sumber yang paling utama. Nantinya anak akan merasa di tuntut untuk berprestasi sejak dini. Tak jarang nilai dan juga peringkat sering di jadikan tolok ukur untuk anak. Dengan hal seperti ini maka anak harus selalu bisa memenuhi ekspektasi dari orangtua dan juga guru. Ketakutan untuk menjadi gagal bisa muncul bagi sang anak. Kondisi seperti ini pastinya membuat anak jadi lebih mudah cemas dan membuat belajar jadi stres.
Tak hanya itu saja tekanan sosial juga sering kali di alami oleh anak pada saat mengalami pubertas dini. Hal ini tentunya karena hubungan dengan teman sebaya tentu tidak selalu berjalan mulus karena anak bisa saja merasa takut untuk tidak di terima. Ketika munculnya perbedaan fisik dan kemampuan tentu membuat anak merasa membandingkan dirinya dengan teman-teman yang lain. Hal ini membuat anak merasa kurang percaya diri sehingga membuat iya di ejek dan di kucilkan. Tentunya pengalaman seperti ini sangat membekas bagi anak dan pastinya tekanan sosial seperti ini sering kali di pendam sendiri.
Selain itu tekanan dari keluarga juga bisa memberikan dampak emosional. Ketika orang tua bertengkar tentang membuat anak merasa tidak aman di rumah. Anak jadi merasa bertanggung jawab dengan konflik yang ada di rumah. Hal ini tentu tidak jauh dari harapan orang tua yang terlalu tinggi membuat anak merasa terbebani.
Pengaruhnya Terhadap Pergaulan Dan Pertemanan
Pengaruhnya Terhadap Pergaulan Dan Pertemanan sang anak tentu sangat terasa pada kehidupan sehari-hari. Hal ini karena hubungan dengan teman sebaya tentunya menjadi hal yang besar bagi dunia mereka. Pada saat anak mengalami tekanan maka cara mereka berinteraksi juga bisa berubah. Dan tentunya perubahan seperti ini sering tidak di sadari oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya.
Dampak yang paling sering terlihat adalah anak sering kali menarik diri dari pergaulan. Hal ini sering terjadi karena anak merasa tertekan sehingga memilih untuk menjauh dari temannya. Dan pastinya mereka merasa tidak percaya diri atau takut tidak diterima oleh temannya sehingga anak menjadi pendiam dan enggan untuk berpartisipasi. Pastinya kondisi seperti inilah yang membuat hubungan pertemanan menjadi lebih renggang dan teman sebaya mungkin tidak memahami perubahan yang terjadi.
Namun ada juga anak yang menunjukkan perubahan perilaku yang agresif. Hal ini karena adanya tekanan emosional yang muncul seperti mudah marah. Dalam keadaan ini anak bisa jadi lebih sensitif dan cepat tersinggung. Hal seperti inilah yang membuat konflik kecil yang terjadi di pertemanan bisa membesar. Dan hal seperti ini juga membuat pertengkaran jadi lebih sering terjadi di pergaulan. Tentunya ini tidak baik karena bisa merusak hubungan pertemanan yang sebelumnya baik. Dan yang terakhir adalah banyak anak merasa berbeda dari temannya yang lain sehingga membuat ia jadi menutup diri. Inilah beberapa dampak yang bisa di rasakan akibat Pubertas Dini.